nama lainnya, naik gunung

Kejadian ini berlangsung sekitar dua hari lalu, tepatnya dimulai sejak sabtu sore sampai minggu siang. Kalo rencananya sih sudah jauh-jauh hari. Rencana camping, ada yang bilang naik gunung, padahal ini rada ragu juga disebut gunung, tapi karena memang namanya gunung api purba maka sebut saja ini naik gunung. Yep, kami anak-anak KKN UNIT 61 SendangTirto melangkah naik ke puncak Gunung api purba ngglanggeran.

si takut lumpur dan gila kebersihan Ika kurniawati, ada lumpur sedikit aja langsung tisu basah.
si gak di kosan, gak di gunung, gak mandi, gak ganti baju. iya namanya april, nama tengahnya kompor.
si tukang foto, tapi kebanyakan foto diri sendiri, bawa banyak garem, sampai membuat salting. nama lainnya laras. paling sadar diri, yang lain kucel dia rapi sendiri.
si turis borobudur yang kesasar ke gunung. kecil-kecil cabe rawit. eka yulianti. kurang topi doank itu.
si gila gizi sheila, anti mie tapi karena adanya makanan cuma mie ya tetep dimakan juga.
si penghasil air terbanyak, berdiri aja berkeringat, apalagi jalan. basah semua itu baju. nama lainnya anam. kalau di mesin disebut ina.
si salting, gak connect kalo di gunung. peduli banget sama sinyal. bingung mau laporan. fahmi.

dan yang menemani perjalanan ke sono,
si adek kartun suaranya lucu, semangat banget kalau jalan, jago masak. padahal sama saja, tapi saling mengece dengan kakaknya. namanya jaki. atau seperti itulah kedengarannya.
si marjuki, si selow, seorang supir yang gak tahu arti kata 'driver'

ini penampakan kita-kita
"meski gerimis tetep foto" [photo by Marjuki]

perjalanan dimulai dari kosan si big boss anam, memang big. jam15.30 kita berangkat.
dan dengan segala hormat, tidak mengejek, si odol ini meminjam lampu badai, dan tidak dibawa. Sampai gunung pun, senter yang dia bangga-banggakan ternyata gak ada powernya, huu.. gede doank!
memang seperti itulah, sedih.

naik motor pun berlangsung, greng greng greng..
ciiitt... ada yang jatuh, gara-gara salah masukin gigi motor, untung gak sampai kenapa-kenapa.
sampai basecamp dengan sehat.
hanya sampai basecamp. karena di basecamp ada yang lebih sehat. saking semangatnya minum, dia gak sadar yang diminum ternyata minyak tanah. mukanya langsung aneh. marah-marah sendiri. terus langsung dilepehkan itu minyak tanah. disuruh minum air putih gak mau, tapi botol airnya diterima juga, dimasukin ke mulut. dan setelah makan permen, dia menjadi biasa lagi.
yaah gapapa, itung-itung isi bensin sebelum menanjak naik, hap hap.

Perjalanan malam, habis magrib baru naik, gelap, dan hanya beberapa yang membawa senter. Saling menunggu, bersama-sama, menghadapi medan awal yang berupa batuan sedikit heboh. Dilanjutkan tanah datar dan tangga batu, berhenti sejenak di setiap pos untuk sekedar melihat pemandangan malam, lampu-lampu indah di bawah sana, menikmati. Sambil minum. Ditemani suara nafas yang makin terdengar jelas ditengah gerimis.

Makin jauh makin capek, dipanggil namanya satu-satu sudah tidak banyak yang jawab. Energi disimpan dengan baik, konsentrasi penuh untuk melangkah. "Ayo terus, 10 menit lagi sampai puncak". Yaah, kata-kata yang sering keluar, 10 menit lagi. Pokoknya 10 menit aja!

Dan akhirnyaa, camping ground II. Pilih tempat bikin tenda, yang cowok mendirikan tenda, si cewek-cewek masak air dan mie. Tenda jadi mie sudah jadi. Dan makan malam di gunung pun terasa begitu enak. Mie kuah dengan sayur, ditambah beras merah, gak tahu bentuknya yang penting makan! ini yang namanya nikmat. Makan bareng-bareng. No rebutan. Semua bagi-bagi. Sama rasa sama saja. Senang-senang saja di atas itu, habis makan mie masak roti bakar. Roti bakar yang penting dibakar. tapi tetep enak kok. Gak ada abang burjo pun cowok-cowok gak kalah masalah bikin makanan enak. Yang konyol lagi ada marshmellow dibakar di lilin. Ada yang sampai kebakar ada apinya, yang penting Hap. Apa pun makanannya, di gunung itu tetep enak! hahaa..

Malam semakin larut, waktu tidur pun sudah masuk. Gerimis, kabut, angin kencang, tenda mulai basah. Maaf untuk sheila dan adiknya karena kena air dan basah. Mengganggu tidur Anda? tidak apa-apa. Ini namanya pengalaman berharga! uyee~~ orang yang april dan ika dan eka tidur nyenyak gak bangun. berarti memang tidak apa-apa. Ucapkan Alhamdulillah karena tidak sampai hujan lebat.

Alarm berbunyi pukul 04.sekian (gak tahu tepatnya). Ada suara orang-orang pada kuliah subuh, terus sholat subuh berjamaah. Kita juga sholat. Sambil berharap ini kabut segera menghilang. Pengen melihat sunrise, tapi apa daya kabut tebal gak ilang-ilang. Yasudahlah. Nikmati saja. Jam 6.lebih kita muncak, foto-foto donk.

   
"di puncak yang berkabut" [photo by Laras]         -menuju puncak- [photo by Amik]

Puas berfoto ria kita balik ke camp, masak-masak sarapan sebelum akhirnya pulang. Masak dengan ramai sendiri. Ribut masalah masakan, ada yang cemil-cemil nugget. Masak sup. Masak nasi kurang berasnya, jadi lembek deh, tapi gak masalah. Selama itu makanan, dan di gunung, tetap enak!



"Masak bersama dengan koki Amik, asisten : Ika, Sheila, Jaki" [photo by Laras]

Kita nikmati semuanya, saat naik, saat hujan, saat berkabut, saat sedikit terang, saat melihat pemandangan malam, saat dingin, saat masak, saat makan, saat tidur, saat foto-foto. Semua! di album Laras di fb, kata-katanya bagus. "no sunset, no sunrise, nothing to see, but still IT WAS AMAZING". Yeah, memang seperti itu. Ini masalah kebersamaan. Yang paling penting adalah kebersamaannya, kelucuannya, dan keselamatan sampai rumah. Selain itu, hanya bonus. Sekali lagi, yang penting Heppy!! we're having FUN!

tuh mukanya aja sumringah banget kan, meski kucel 
"bersiap pulang" [photo by Zaki]

dikosan saja, 11-6-2013 , 16.30. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 comments

Write comments