Kerja Praktik : Sebuah Perspektif

Sejak semester 3 aku sudah menghadiri seminar KP. sejak pertama ikut itu juga pertama kalinya aku tahu tentang perusahaan-perusahaan macam Chepon, Medpo, Pertamini, atau juga EHM, Misubisha , bahkan sampai PT.DII dan GNF. dan macem-macem lah. yang jelas perusahaan yang aku sama sekali gak tau pas jaman SMA. jujur saja dulu aku minim informasi, bahkan masuk teknik mesin ini pun bermodal feeling. gak ada pemikiran jangka panjang sama sekali. ya itu, karena belum tahu.

Hal itu membuat saat masuk sini aku merasa berada di dunia yang benar-benar baru. secara hampir seluruh keluargaku berada dalam lingkup yang sangat kecil. PNS, dan pendidikan. bapak ibu guru, mbak juga pendidikan. budhe pegawai kantor kota. sepupu guru juga. yang beda paling cuma dikit. yah seperti itu dunia ku sebelumnya. tidak jauh dari pendidikan. bahkan yang bisa mengantarku sampai SEMESTA dan UGM sini pun dari guruku. pendidikanku.

orang tua tidak pernah memaksa aku harus ngapain. mereka sangat sadar bahwa anaknya ini sudah besar dan punya pertimbangan sendiri. tapi tetap saja ada saatnya aku butuh pondasi yang kuat untuk setiap keputusan yang aku ambil, dan itu berasal dari orang tua. pendapat, dan ridho, dan doa. 

Sampai di titik di mana aku harus memilih akan melanjutkan kuliah atau langsung bekerja. udah semester akhir bung. keputusan sulit memang. di satu sisi memang - entah itu bawaan dari lingkungan - aku gak pengen lepas dari pendidikan. tapi aku juga pengen bekerja. banyak ngobrol akhirnya dengan orang. melihat cara hidup orang lain. coba cuplik apa yang bisa dijadikan referensi pertimbangan. yaa seperti itu. tapi kan gak hanya sebatas itu.

KPku kemarin di Chepon, tempat yang sudah lama aku pengen, fasilitas full soalnya, kan enak tu buat KP, hee.. yang pasti ini adalah perusahaan besar. Internasional. pasti punya sistem yang baik. aku benar-benar penasaran dengan cara bekerja orang yang punya sistem bagus. makanya aku milih ini. sayang banget ada kesempatan buat mendalami perusahaan secara cuma-cuma tapi 'hanya' ke perusahaan 'biasa' #no offense. sudah sejak lama aku bilang pada diri sendiri, setelah KP, setelah aku melihat sendiri bagaimana rasanya kerja. langkah kaki yang sempat isitrahat ini akan berjalan lagi.

Aku tidak pernah meragukan kekuasaan Allah. aku biasa menjalani hidup mengalir saja, tapi tetap dengan outline yang telah aku tulis. menikmati setiap detiknya dan terus percaya pada-Nya. tidak ada sedetik pun dalam hidup ini yang aku sesali. selalu ada pelajaran dalam setiap kejadian. ada hikmahnya. pasti. maka bukalah matamu. nikmati ilmunya :D dan apa yang aku dapat saat KP, ternyata lebih dari yang dibayangkan. aku melihat sebuah perusahaan dengan sikap mental luar biasa. baik sistem yang memang di canangkan oleh owner, maupun yang ditunjukkan orang-orangnya. perusahaan yang dibangun dengan cara yang hebat. 
"haha.. tapi dulu aku sering pulang abis tanda tangan aja"
"waah.. apa apaan kamu.. katanya pegawai chepon, tapi gak Chepon way"
yaa.. chepon way, sebuah kata yang mewakili mental, sistem, dan cara kerja sebuah badan yang bernama Chepon, yang membuatnya besar sampai sekarang. buat aku, itu sesuai dengan gayaku.
hubungan antar pegawai, inter pegawai, atasan bawahan, bahkan supir taksinya, membuat semua terasa nyaman. seorang manager yang dapat dengan santainya ngobrol dengan supir taksi yang mengantarnya ngantor. seorang atasan yang bisa ketawa bareng di sebuah meja makan yang berisi mahasiswa training dan pegawai baru masuk. that's really enjoyable. 

Entah bagaimana, Allah membuka mataku dengan cara ini. sebuah perspektif baru. untukku. 

kasur tercinta. 3-4-2013 00.45
*saat menulis ini aku menjadi kangen berada di sana

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 comments

Write comments